Selasa, 27 Oktober 2015

La Tahzan, Innallaha Ma'ana

Bagaimana bisa aku mengikrarkan diri mempunyai hobi menjadi penulis ketika melihat beranda yang sama sekali tak tampak kata yang tersusun oleh jemariku.
Hari ini, 27 Oktober 2015.
Terkadang memang apa yang kita inginkan memang tak selamanya sejalan dengan apa yang terjadi, begitu juga sebaliknya yang terjadi tak selamanya sejalan dengan apa yang kita inginkan.
Hari ini, aku tak tahu angin apa yang membawaku ke beranda ini. Beranda yang sudah teramat lama tak kujamah. Sepi tiada penghuni. Ibarat rumah pasti sudah penuh dengan debu dan sawang di mana-mana.
Akan tetapi, jika boleh jujur. Sebenarnya, di bawah tulisanku ini dulunya ada beberapa tulisan yang sengaja aku hapus karena beberapa sebab yang tak ingin kusebutkan di sini.
Pernahkah kau merasa lelah dan ingin berhenti?
Sayang sekali, itu yang aku rasakan saat ini.
Walau setulusnya ada rasa takut takut, aku takut lelahku ini akan menjadi kufur.
Dalam ketakutanku, selalu kuselipkan doa agar syukurku selalu mengalir tiada batasnya.

Tepat satu tahun yang lalu, ada harapan pada hari itu. Sebuah rencana awal yang akan menentukan apa yang akan terjadi kedepannya. Agaknya, rencana itu hanya menjadi wacana yang tak terealisasikan. Dalam renungku, aku telah berhasil menerima itu semua setelah satu tahun berlalu.

Dalam hidup, kita pasti ditemukan dengan orang-orang yang memiliki aneka karakter. Berkah itu adalah ketika kita bisa dengan bijak menyikapi segala yang ada. Aku di sini masih dalam proses belajar untuk itu. Iya, aku belajar hidup.

Di usia dua puluh tiga tahun. Sering aku terdiam, lebih seperti merenung, bermuhasabah. Banyak hal yang sudah terjadi. Lalu, aku berusaha untuk berpikir positif-sepositifnya sembari meyakini bahwa segala hal yang terjadi dalam perjalananku ini adalah sudah tertulis dalam lauhil mahfidnya.

Lalu, mengapa tadi aku merasa lelah dan ingin berhenti? Apa yang membuatu lelah dan ingin berhenti?
Jawabannya tak bisa kuungkapkan di sini. Suatu hal yang pasti, semata aku hanya ingin berjalan untuk mengharap ridloNya.

Gegana?

Galau. Satu kata yang sempat hits di abad 21 ini. Dalam perkembangannya kata galau sudah merambah pada kata risau hingga muncul akronim bar...