Rabu, 16 Agustus 2017

Selamat Siang

Setelah sekian lama tak menggoyangkan jemari, sudah saatnya jemariku untuk menari lagi (bukan sekadar bergoyang). Banyak hal yang sudah terjadi, hingga takdir mengantarkanku untuk duduk manis di dipan kembar yang ada di kamar indekos. Sengaja aku ingin menghabiskan seharian ini untuk diriku sendiri. Me time. Harap dimaklumi karena niat buruk bolos upacara diamini semesta, perut mulas tiada terkira pagi tadi. Iya, sekarang saya sedang berada di dalam kamar indekos. Bagaimana bisa begitu?

Singkat cerita, setelah selama tiga tahun menghabiskan waktu berada dalam zona nyaman--tinggal bersama orang tua, bekerja sambil berbahagia mengajar dan mendidik peserta didik di sekolah swasta yang cukup nyaman-- takdir mengantarkanku untuk kembali ke tanah rantau. Tanah rantau ini yang berjarak 2 jam dari zona nyaman. Setelah sempat mengalami pergolakan hati, keputusan ini diambil dengan segala konsekuensi yang harus dikuasai.

Jika ada yang tanya, "Loh, sekarang sudah tidak di Blitar? Pindah kerja? Sudah ndak ngajar?" dan satu lagi pertanyaan horor yang sengaja tak mau kutuliskan di sini. Maka jangan menyeringai jika berondongan pertanyaan itu hanya kujawab dengan senyuman. Baiklah, akan sedikit kujawab dengan kata di sini. Ehem.

Dalam rangka meningkatkan kualitas diri, seseorang harus berbenah dengan melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya. Hal yang lebih dan paling baik dilakukan bagi orang yang meningkatkan kualiatas diri adalah belajar. Betul memang belajar bisa dilakukan di mana saja karena sejatinya manusia secara nonformal tinggal di universitas kehidupan. Lalu untuk melengkapi formalnya, Universitas Negeri Malang adalah sebuah pilihan. Betul, saya melanjutkan kuliah S2.

Sebagai seorang guru yang memiliki tugas mengajar, sebisa mungkin saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Di akhir tahun ajaran lalu, kuberanikan diri untuk menghadap kepala sekolah dan menyampaikan niat untuk bersekolah lagi. Beliau, tetap dengan kalem dan wibawanya mengiyakan niatku dan berkata, "S2 sambil tetap ngajar bisa kan? Yawes gak apa-apa, daftar saja!" Lega rasanya mendengar ucapan beliau. Yak, dengan semangat 45 bergegas berselancar menelusuri ruang maya untuk mendapatkan informasi pendafataran kuliah. Teori relativitas berlaku, waktu terasa berlalu begitu cepat dan dengan segala puji bagi-Nya berjalan lancar, aman, terkendali. Jadilah di sini saya di sebuah ruangan yang meneduhkan ikhtiarku untuk menggapai ridlo-Nya. Bermuhasabah dan bermunajat.

Kuucap syukur tak terhingga pada-Nya atas segala nikmat dan ampunkan atas segala khilaf. Semoga berkah senantiasa. Menjadi pribadi yang berilmu dan memberkahkan ilmu dengan memanfaatkan untuk kehidupanku, keluargaku, lingkunganku, almamaterku, bangsaku, dan negeriku.
Malang, 17 Agustus 2017
Fay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gegana?

Galau. Satu kata yang sempat hits di abad 21 ini. Dalam perkembangannya kata galau sudah merambah pada kata risau hingga muncul akronim bar...